Matahari mencium lautan, warna jingga memudar
Isyaratmu menghantui, rasa cemburu menjalar
Bisikan jahat bertaburan, tentangmu dan yang lainnya
Hatiku teriris pilu, menahan amarah yang mengadat
Kamu bandot gelo, pemangsa betina
Templok sana sini, tak kenal setia
Dan aku jadi posesif, karena kelewat cinta
Terpikat dalam minuman, yang kau cipta
Janji-janjimu amblas, seperti embun pagi
Rasa sakit yang tertancap, terus menggi-giti
Kucoba untuk rela, melepaskanmu pergi
Tapi isyaratmu masih, membuntuti mimpi
Kamu bandot gelo, pemangsa betina
Templok sana sini, tak kenal setia
Dan aku jadi posesif, karena kelewat cinta
Terpikat dalam minuman, yang kau cipta
Kamu bandot gelo, pemangsa betina
Templok sana sini, tak kenal setia
Dan aku jadi posesif, karena kelewat cinta
Terpikat dalam minuman, yang kau cipta
Mungkin aku salah, kelewat percaya
Kelewat buta akan, siasat dengkulmu
Kini aku terketuk, betapa bodohnya diriku
Mencintai seseorang, yang tak pernah tulus padaku
Kamu bandot gelo, pemangsa betina
Templok sana sini, tak kenal setia
Dan aku jadi posesif, karena kelewat cinta
Terpikat dalam minuman, yang kau cipta
Kamu bandot gelo, pemangsa betina
Templok sana sini, tak kenal setia
Dan aku jadi posesif, karena kelewat cinta
Terpikat dalam minuman, yang kau cipta
Kamu bandot gelo, pemangsa betina
Templok sana sini, tak kenal setia
Dan aku jadi posesif, karena kelewat cinta
Terpikat dalam minuman, yang kau cipta
Aku capek, aku menyerah…
Pergi… tinggalkan aku…