Anak ku, aku titipkan padamu,
Langit biru yang dulu kita pandang bersama,
Kan tiba waktunya, aku pamit pada tubuhku,
Seperti daun yang gugur di ujung musimnya.
Dan angin kan berbisik lembut,
Tentang waktu yang perlahan berlalu,
Aku beramah-tamah dengan dunia,
Sebelum aku pulang kepada-NYA.
Sampaikan nanti pada mereka semua,
Bahwa aku pergi dengan tenang, tanpa luka dan kecewa,
Aku tinggalkan jejak di setiap langkah,
Dan kau yang kan bercerita,
Pada mereka, aku pamit selamanya.
Ada pelangi yang kan datang setelah hujan,
Itulah hidup, datang dan pergi tanpa beban,
Aku dan tubuh ini berpisah perlahan,
Seperti kapal yang meninggalkan pelabuhan.
Dan angin kan berbisik lembut,
Tentang waktu yang perlahan berlalu,
Aku beramah-tamah dengan dunia,
Sebelum aku pulang kepada-NYA..
Sampaikan nanti pada mereka semua,
Bahwa aku pergi dengan tenang, tanpa luka dan kecewa,
Aku tinggalkan jejak di setiap langkah,
Dan kau yang kan bercerita,
Pada mereka, aku pamit selamanya.
Tak perlu menangis, aku tak benar-benar hilang,
Aku ada di setiap senyumanmu yang tulus dan riang,
Hidup ini hanya persinggahan, bukan akhir,
Dan kita akan bertemu lagi, entah kapan, di sana.
Sampaikan nanti pada mereka semua,
Bahwa aku pergi dengan tenang, tanpa luka dan kecewa,
Aku tinggalkan jejak di setiap langkah,
Dan kau yang kan bercerita,
Pada mereka, aku pamit selamanya.
Semoga kelak engkau yang akan memberi kabar
Kepada seluruh yang kita kenal
Bahwa aku sedang beramah-tamah
Kepada tubuh yang akhirnya nanti akan ku tinggalkan...